Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Puisi Syuryadi Dedet | selamat pagi luka baru

 Sedikit lama tak ku raut pencilku. Sudah lama pula tak ku raba buku. Antara rasa bosan, atau menahan imaji hingga sengaja menelan semua puisi. Gagap dan kehilangan intuisi untuk berdalih . Dan Selamat pagi untuk hari ini,  Ada sedikit ketukan untuk kembali. berawal dari foto youfie mu di story. Dan berakhir dengan sedikit melukai".                                  "Sy.Ddt" #mintaKLIK https://www.facebook.com/LingkarPuisi/

Syuryadi Dedet | kehidupan dan rasa sesal

 #sesal #LingkarPuisi Memang, kehidupan tidak bisa dipisahkan dari yang namanya rasa sesal.  Dan tak banyak orang yang pandai dalam mengungkapkan rasa penyesalannya. Yang pada akhirnya cara terbaik yang dia pilih adalah memendamnya kembali. Sering sekali, ketika ada seseorang dalam keadaan seperti ini, banyak diantara kita yang memanfaatkannya untuk membalaskan rasa sakit hati. Mungkin karena dulu pernah merasa disakiti. Tapi secara sadar atau tidak sadar, sebenarnya ada sebagian orang yang memutuskan kembali, karena dia benar-benar dalam penyesalan. Bukan kah ini adalah hal yang baik..? Memang benar luka yang lalu tak akan mungkin se segera itu pulih. Tapi setidaknya , " kita mengerti, bahwa kita hidup untuk menapaki hari esok, bukan selamanya untuk mengenang masa lalu." "Memang ada orang yang bisa berdusta dalam sesal, tapi tak akan mungkin semua orang bisa bermain dalam perasaan."                           ...

Puisi Syuryadi Dedet | menunda rasa

 https://www.facebook.com/LingkarPuisi/ Aku pernah menenggelamkan rasa sedalam mata kaki. Ketika seseorang meminta dirinya untuk ku jauhi. Aku ingin menjadi berarti. Tapi aku pun tak ingin mempermalukan diriku sendiri. Meski rasa gaduh ku selalu saja timbul dan kembali Ketika aku masih belum dapat berkata,  ingin sekali bicara meski pun sepatah. Namun selalu berujung dengan pengakuan ku bahwa aku telah salah. Salah menempatkan rasa, yang tak mungkin lagi kutarik paksa. Sehingga luka ku pun seperti terkubur dangkal dan dapat bangkit seketika. apa mau dikata. memang begitu dangkal rasa ini mampu untuk ku tunda. Seputus asanya aku, Sengaja Ku karang setitik rasa benci untuknya. Sehingga aku mampu menenggelamkan rasaku melebihi dalamnya luka.                         "Sy.Ddt" #mintaKLIK https://www.facebook.com/LingkarPuisi/

Puisi Syuryadi Dedet | tak ada yang benar-benar pergi untuk sebuah kata kembali.

Kabar-kabar angin.. Ku dengar kepergian mu kali ini benar-benar untuk menghilang. Batin ku menggeram kuat menahan nya. Dibalik rasa yang tak lagi mampu untuk berpindah. Aku telah menjadi orang yang paling tak kau hargai. Sengaja sekali tak kau tunggu lengahku. Agar kepergian mu begitu nyata ku lihat. Dan Kau bohongkan sebuah janji kembali untukku. Ini yang pertama aku alami. Ternyata, tak semua orang benar-benar akan pergi untuk sebuah kata kembali.                           "Sy.Ddt" #mintaKLIK https://www.facebook.com/LingkarPuisi/

Puisi Syuryadi Dedet | Pesan singkat

  https://www.facebook.com/LingkarPuisi/ Anggap saja, Jalan hidup ku yang tetap sendiri ini adalah bentuk dari sebuah perkataan yang menyatakan bahwa aku selalu menyesali keputusan meninggalkanmu dulu, Karena itu demi ibu. Aku menyesal karena sedalam rasa keterpaksaan aku telah membohongi keinginan pribadi ku sendiri. Dan hal yang tampak selama ini adalah, "aku pergi dan kau telah ku sakiti". Namun dalam kenyataan nya, kau lah pemenang yang abadi . Kemenangan yang tanpa sengaja diberi. Dan kau pun tak berniat untuk meraih. Akupun seperti telah nyaman dalam menuai gimik apapun agar tetap berada di skenario yang ku mau . Meski sulit untuk diungkap. Seperlunya akan ku beri tahu. Penyesalan ini tentang langkah yang selalu kutahan untuk kembali dekat. Tentang setitik putih di tengah gelap pekat. Yang Berdiri tanpa teman. Dan dipenuhi rasa yang terbilang ganjil. Seakan mawar hanya bermimpi digenggaman.            ...