Matahari di Ho chi minh | Syuryadi Dedet ™

 Matahari ho chi minh mengucap selamat pagi.

Wanita tinggi berambut pirang yang masih rebah di sampingku.

Sedikit cahaya telah membuat dia terbangun.

Ke Kamar mandi, sarapan pagi.

Lalu Tiba-tiba saja berlari dengan tas kecil di tangan kanannya...

Dan tangan kirinya menarik lengan ku begitu kencang.

Di Pinggiran pantai phu Quoc masih terus berombak seperti biasanya..

"Disini sejuk sekali yah!" kata ku.

Wanita tinggi berambut pirang itu, terus saja menarik ku berlari.

"Kita harus berdoa pagi ini" katanya.

Dan Sementara itu kami tiba di pelataran kuil tua..

Suasana aneh yang berbeda dengan kebiasaan ku.

Kemudian perlahan Dia berlutut di bawah patung budha besar...

Dengan Lonceng , asap, dan dupa...


"Wanita tinggi berambut pirang ..

Seseorang yang pernah ku sayang..

Yang terpaksa ku tinggal jauh.

Bersebab tuhanku tak akan mungkin memberi restu..

Walaupun begitu , tak sedikitpun ku salah kan takdirku...

Meski beratnya rinduku pada matahari di ho chi minh.."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Syuryadi Dedet | tak ada yang benar-benar pergi untuk sebuah kata kembali.

Syuryadi Dedet | kehidupan dan rasa sesal