"Salah satu hal kecil yang berdampak buruk pada kehidupan kita adalah sifat selalu beranggapan tidak baik terhadap seseorang yang sebenarnya dia begitu baik".
Kabar-kabar angin.. Ku dengar kepergian mu kali ini benar-benar untuk menghilang. Batin ku menggeram kuat menahan nya. Dibalik rasa yang tak lagi mampu untuk berpindah. Aku telah menjadi orang yang paling tak kau hargai. Sengaja sekali tak kau tunggu lengahku. Agar kepergian mu begitu nyata ku lihat. Dan Kau bohongkan sebuah janji kembali untukku. Ini yang pertama aku alami. Ternyata, tak semua orang benar-benar akan pergi untuk sebuah kata kembali. "Sy.Ddt" #mintaKLIK https://www.facebook.com/LingkarPuisi/
#sesal #LingkarPuisi Memang, kehidupan tidak bisa dipisahkan dari yang namanya rasa sesal. Dan tak banyak orang yang pandai dalam mengungkapkan rasa penyesalannya. Yang pada akhirnya cara terbaik yang dia pilih adalah memendamnya kembali. Sering sekali, ketika ada seseorang dalam keadaan seperti ini, banyak diantara kita yang memanfaatkannya untuk membalaskan rasa sakit hati. Mungkin karena dulu pernah merasa disakiti. Tapi secara sadar atau tidak sadar, sebenarnya ada sebagian orang yang memutuskan kembali, karena dia benar-benar dalam penyesalan. Bukan kah ini adalah hal yang baik..? Memang benar luka yang lalu tak akan mungkin se segera itu pulih. Tapi setidaknya , " kita mengerti, bahwa kita hidup untuk menapaki hari esok, bukan selamanya untuk mengenang masa lalu." "Memang ada orang yang bisa berdusta dalam sesal, tapi tak akan mungkin semua orang bisa bermain dalam perasaan." ...
Matahari ho chi minh mengucap selamat pagi. Wanita tinggi berambut pirang yang masih rebah di sampingku. Sedikit cahaya telah membuat dia terbangun. Ke Kamar mandi, sarapan pagi. Lalu Tiba-tiba saja berlari dengan tas kecil di tangan kanannya... Dan tangan kirinya menarik lengan ku begitu kencang. Di Pinggiran pantai phu Quoc masih terus berombak seperti biasanya.. "Disini sejuk sekali yah!" kata ku. Wanita tinggi berambut pirang itu, terus saja menarik ku berlari. "Kita harus berdoa pagi ini" katanya. Dan Sementara itu kami tiba di pelataran kuil tua.. Suasana aneh yang berbeda dengan kebiasaan ku. Kemudian perlahan Dia berlutut di bawah patung budha besar... Dengan Lonceng , asap, dan dupa... "Wanita tinggi berambut pirang .. Seseorang yang pernah ku sayang.. Yang terpaksa ku tinggal jauh. Bersebab tuhanku tak akan mungkin memberi restu.. Walaupun begitu , tak sedikitpun ku salah kan takdirku... Meski beratnya rinduku pada matahari di ho chi minh.."
Komentar
Posting Komentar